Senin, 20 Februari 2017

Sepatu Lukis dan Sepatu Kanvas

Sepatu Lukis (Hand Painted Shoes)
Part II: Sepatu kanvas polos 

Haiiii lagiiii, sekarang mimin mau kasih tau lagi nih kalo kalian juga bisa beli sepatu kanvas polosnya. Sepatu polos kami tersedia dari berbagai ukuran dari anak kecil sampai ukuran sepatu dewasa, laki-laki dan perempuan. Tinggal request!
Berikut mimin lampirkan wujudnya...

K1 untuk kode model pertama











K3 untuk sepatu kanvas bertali



ada juga buat si kecil




Semua harga untuk sepatu polos kami Rp.110.000
Produksi kami berada di Jalan Cibaduyut Gg. Ma Eja, Cikamandilan RT 03/03.
Kalau ada pertanyaan atau tertarik dengan produk kami, bisa hubungi langsung
WhatsApp : 081394400718
e-mail: kunst.artstudio@gmail.com
instagram : @kunst.art





Minggu, 19 Februari 2017

Sepatu Lukis


Sepatu Lukis (Hand Painted Shoes)
Part 1 (Yellow Vibes)

Hallo! Kali ini mimin mau kasih tahu nih ada sepatu lukis yang kece banget ehehe. Namanya 'KUNST' #mypersonalart kalian bisa temuin lebih lengkapnya di aplikasi instagram dengan laman https://www.instagram.com/kunst.art/  atau bisa juga di laman https://qlapa.com/kunstart

Kunstxmukelu ini udah berdiri dari tahun 2013 dan udah ikut beberapa kali pameran produk handmade alias produk kerajinan tangan. Produksi sepatunya sendiri dibuat langsung oleh pengrajin di Cibaduyut, Bandung. Kalian tahu sendiri kan cibaduyut yang ikonnya itu patung sepatu adalah pusat tempat pembuatan sepatu dengan kualitas terbaik di bandung. Bengkel KUNST sendiri ada di Jalan Cibaduyut Gg. Ma Eja, Cikamandilan RT 03/03.

Bahan sepatunya adalah kanvas dengan pewarna akrilik dan fabric colour dengan pengencer cairan binder dan dilapisi glossy gel medium, jadi warna akan kuat terhadap air alias tidak luntur! 
Sepatu KUNST tersedia untuk unisex alias bisa untuk laki-laki dan perempuan, asalkan disebutkakn saja ya ukuran sepatu dan gender ketika memesan sepatu. 

Nah sistem pembeliannya pun pre-order alias kalian harus memesan terlebih dahulu, karena kami tidak menyediakan stok. Gambar dan warna bisa kamu sesuaikan langsung! Proses pembuatan selama 5-7 hari kerja (maklum karena ini adalah produk handmade). 

Mengenai harga, tak perlu khawatir. Harganya hanya Rp 150.000,- !!!

Ayo tunggu apa lagi! Kapan lagi punya sepatu kece yang kamu banget dengan harga yang terjangkau dapat sepatu kualitas super!! 

Nih mimin kasih beberapa foto produknya. 
Ini mah edisi Yellow Vibes~




The Beatles in Yellow Oaker-Kunst Handpaintedshoes 



Pineapple - Kunst Handpaintedshoes

https://www.instagram.com/kunst.art/

banana - Kunst Handpaintedshoes
 Masih penasaran?
Tunggu part lainnya yaaaa yang akan segera mimin posting!
Kalau ada pertanyaan atau tertarik dengan produk kami, bisa hubungi langsung
WhatsApp : 081394400718
e-mail: kunst.artstudio@gmail.com

See you!!!
LG,

dekim




Selasa, 03 November 2015

Dongeng sebagai Cerminan Budaya melalui Bahasa



Rima Sapta Maisa
180810130067
Sastra Jerman 

Dongeng sebagai Cerminan Budaya melalui Bahasa

            Bahasa sebagai salah satu sarana berbudaya dan sarana berkomunikasi yang juga berfungsi sebagai sarana ekspresi pengembang hasil akal pikiran. Pemikiran suatu masyarakat dapat dilihat dari bahasanya, budaya suatu masyarakat mencerminkan pemikiran dan diwujudkan melalui bahasa. Corak kebudayaan suatu masyarakat ditentukan  oleh bahasanya, sehingga keragaman bahasa mencerminkan keragaman budaya suatu bangsa.
            Berbicara mengenai bahasa, erat kaitannya dengan karya sastra. Karya sastra lahir dari masyarakat yang berbudaya, yang merupakan suatu ciptaan kreatif untuk meluapkan perasaan dari seorang pengarang yang mempunyai maksud dan tujuan tertentu dalam karya yang dihasilkannya. Salah satu karya sastra yang digemari masyarakat terutama anak-anak adalah dongeng. Dongeng digemari karena merupakan sebuah karya sastra yang menghibur dan penuh dengan dunia fantasi. Dongeng termasuk kedalam karya sastra berbentuk prosa.
            Dalam sastra Jerman dongeng disebut dengan Märchen. Märchen terbagi menjadi dua yaitu Volksmärchen (cerita rakyat yang bersifat anonim atau tidak diketahui nama pengarangnya) dan Kunstmärchen (cerita rakyat yang sengaja ditulis).
Menurut Haerkötter (1971:168), dongeng dalam sastra Jerman adalah,
Das Märchen ist eine kurze, frei erfundene Erzählung, die weder zeitlich nochräumlich gebunden ist noch Wirklichkeitscharakter besitzt; vielmehr ist sie voller phantatischer Ereignisse, die sich gar nicht haben ereignen können, weil sie gegen die Naturgesetze verstoβen.”
Dongeng adalah sebuah cerita pendek, cerita bebas yang direka-reka, yang tidak terikat, baik oleh waktu maupun tempatnya, dan juga tidak memiliki karakter yang nyata. Dongeng penuh dengan kejadian fantasi berupa keajaiban-keajaiban yang sama sekali tidak dapat terjadi dalam kehidupan nyata karena bertentangan dengan hukum alam.
            Dongeng merupakan cerita rakyat lisan yang diturunkan secara turun-temurun. Jerman dikenal dengan Negara penghasil dongeng. Karena di Negara inilah lahir berbagai dongeng yang termasyur ke seluruh penjuru dunia, misalnya saja Aschenputtel, Frau Holle, die sieben Raben, Rötkäppchen(tudung merah), Rapunzel, Hansel und Gretel dan lain sebagainya. Dunia mulai mengenal dongeng-dongeng Jerman terutama ketika Jacob dan Wilhelm Grimm (Bruder Grimm) menerbitkan buku kumpulan dongeng Jerman. Mereka sangat menyukai dongeng dan akhirnya mengumpulkan dongeng-dongeng tersebut menjadi sebuah buku. Dalam bukunya, Wilhelm mengatakan bahwa dongeng yang mereka kumpulkan berasal dari tradisi lisan yang ingin mereka lestarikan, meskipun terdapat beberapa dongeng yang mereka edit karena tujuannya untuk pembelajaran agar bahasa di dalam dongeng dapat dipahami dengan mudah oleh anak-anak.
            Di Indonesia juga terdapat banyak dongeng misalnya Ande-ande lumut, Si Kancil Mencuri Ketimun, Timun Mas, Keong Mas, dsb. Dongeng-dongeng di Indonesia bersifat anonim dan diwariskan secara lisan.
            Salah satu dongeng Indonesia dan Jerman yang memiliki kemiripan jalan cerita adalah Frau Holle dengan Bawang Merah dan Bawang Putih. Keduanya menceritakan kehidupan seorang anak perempuan yang menderita karena hidup bersama ibu dan saudara tirinya yang kejam. Namun pada akhirnya sang anak perempuan tersebut menikah dengan seorang pangeran. Seperti halnya kebanyakan dongeng didunia, kedua dongeng ini pun berakhir bahagia.
            Ajaran moral dalam dongeng Frau Holle dan Bawang Merah Bawang Putih memiliki persamaan yaitu saling tolong-menolong, jangan semena-mena dan jangan serakah. Dan perbedaan ajaran moral terdapat pada ajaran moral tanpa pamrih yang terdapat pada dongeng Bawang Merah Bawang Putih dan nilai moral jangan sombong yang terdapat dalam dongeng Frau Holle.
            Terdapat beberapa karya sastra atau dongeng yang memiliki persamaan cerita, persamaan watak maupun nilai-nilai moral yang terkandung dalam karya-karya tersebut yang disebabkan oleh latar belakang sosial budaya yang dimiliki oleh setiap Negara tersebut.
            Setiap karya sastra pasti memiliki maksud dan tujuan yang ingin disampaikan pengarang kepada pembaca. Dongeng disampaikan melalui bahasa yang sederhana agar mudah dipahami. Salah satu tujuan pengarang adalah ingin menyampaikan pesan moral. Biasanya alur dongeng dibuat progresif dan penyelesaian selalu berakhir bahagia. Kini dongeng disampaikan melalui berbagai cara, misalnya saja dongeng yang dibuat berupa film dalam berbagai versi.
Dongeng mengandung ajaran moral yang sangat baik untuk diterapkan dalam kehidupan khususnya untuk anak-anak. Dalam dongeng tokoh yang banyak digunakan adalah seorang pangeran maupun seorang putri sehingga cerita terkesan menarik ditambah dengan pemakaian bahasa yang sederhana sehingga mudah untuk dipahami.
Ketika seseorang tertarik dan ingin mengetahui budaya bangsa lain, otomatis orang tersebut harus mempelajari bahasa yang digunakan oleh bangsa tersebut. Didalam bahasa tersirat budaya dan kebiasaan masyarakat. Budaya tersebut dapat berupa dialek, intonasi, cara berpakaian sampai karya sastranya sendiri misalnya dongeng, cerita rakyat yang diturunkan secara turun temurun melalui lisan dari satu generasi ke generasi selanjutnya.
Dongeng kini banyak dikaji oleh para ahli bahasa atau sering pula dijadikan sebagai bahan kajian skripsi oleh mahasiswa dalam studinya mempelajari bahasa maupun sastra. Dongeng memang menarik, selain sebagai hiburan kita juga dituntut untuk dapat memahami tujuan dari sang penulis serta mempelajari nilai moral yang terkandung di dalamnya.
Bahasa atau khususnya dongeng memang dapat menjadi sebuah jembatan budaya. Karena melalui bahasa kita dapat mengetahui budaya Negara lain. Bahasa merupakan bagian dari budaya. Bahasa dapat menjadi sebuah wadah kebudayaan dan ciri khas suatu bangsa.

Seperti yang kita ketahui bahwa bahasa Jerman tidak hanya menjadi bahasa ibu di Jerman saja, melainkan di negara-negara Eropa lain, seperti Austria, Swis, Luxemburg, Italia (Südtirol) dll,  maka bahasa Jerman tentu saja dapat menjadi representasi budaya Eropa. Oleh sebab itu, untuk mengkaji budaya Jerman (Eropa) dapat menggunakan bahasa Jerman sebagai jembatannya.














Sumber referensi :












Senin, 12 Oktober 2015

Teori Metode Kajian Budaya



Rima Sapta Maisa
180810130067
Sastra Jerman

Lomba Monolog berbahasa Sunda berkenaan dengan Lokalitas dan Globalitas

            Berbicara mengenai lokalitas, menurut saya berkaitan dengan jati diri. Ya, memasuki zaman global ini memang sedikit menggoyahkan jati diri. Tidak dipungkiri bahwa kini kita sedang mengalami krisis jati diri sebagai akibat masuknya globalisasi ke dalam kehidupan berbangsa dan bernegara kita. Globalisasi bertujuan untuk menciptakan sebuah tatanan dunia menjadi masyarakat tunggal dengan mengikuti sistem dan kaidah yang sama. Jika tak pandai melestarikan budaya, jati diri bangsa Indonesia akan hancur dan bangsa Indonesia tidak lagi memiliki identitas yang membedakannya dengan bangsa-bangsa lain di dunia. Masyarakat Indonesia sendiri banyak yang tidak sadar, bahwa mereka terpengaruh oleh iming-iming masyarakat tunggal yang mereka serap dengan menerima tanpa menyeleksi pengaruh bangsa lain. 

Lomba Monolog Berbahasa Sunda Tingkat SMA/SMK Se-Jawa Barat yang diadakan di Aula PSBJ pada tanggal 06 Oktober 2015 menunjukan salah satu ciri khas yang membedakan bangsa Indonesia dengan bangsa lain, yaitu bahasa. Dalam lomba monolog ini, para peserta menggunakan pengantar bahasa daerah yakni bahasa Sunda. Bahasa adalah sebuah simbol atau ciri yang membedakan antara satu bahasa dengan bahasa lainnya. Indonesia memiliki ratusan bahasa daerah yang tersebar dan berkembang sesuai dengan daerah dan sukunya masing-masing. Salah satunya adalah bahasa Sunda yang aktif digunakan oleh suku sunda di Jawa Barat. Meski saya kurang mengerti akan makna yang disampaikan oleh para peserta yang menggunakan bahasa Sunda yang sangat halus tetapi saya melihat keindahan akan struktur bahasa di dalamnya. Kegiatan ini sangat bermanfaat untuk menumbuhkan kecintaan akan bahasa daerah yang kita miliki. Secara tidak sadar ternyata masih banyak generasi-generasi muda yang melestarikan dan menumbuhkan bahasa daerah ini dengan cara yang bernilai seni dan dapat diterima oleh masyarakat lain yang bahkan bukan pengguna bahasa Sunda. Kegiatan ini menyadarkan kita bahwa bangsa Indonesia memiliki bahasa yang merupakan ciri khas yang telah diturunkan turun temurun oleh nenek moyang. Kontras dengan keadaan globalisasi sekarang, anak muda lebih berbangga diri menggunakan bahasa bangsa lain yang berjuta-juta mil jauhnya, tetapi bahasa daerah sendiri mereka tinggalkan. Tak dipungkiri, ini juga terjadi pada penulis sendiri, kegiatan ini juga menjadi cermin bagi diri sendiri bahwa sedikit demi sedikit kita telah melupakan bahasa daerah kita sendiri, terlebih ketika kita bertemu banyak orang baru yang berasal dari daerah yang berbeda-beda, ini menimbulkan tidak digunakannya bahasa daerah yang kita miliki. Lomba ini bertujuan memperkenalkan, menumbuhkan, dan mengembangkan bahasa Sunda kepada khalayak. Dalam kegiatan ini pula menampilkan penampilan dari Godi Sawarna, seorang maestro penyair Sunda yang acapkali diundang membacakan puisinya di luar negeri. Hal ini menunjukan bahasa daerah yang juga termasuk lokalitas dapat tampil di dunia internasional dan ditengah arus global yang mengikis dan menyamarkan budaya kita. 

Globalisasi sedikit banyak memberi pengaruh yang besar dalam persebaran budaya setiap bangsa di dunia ini, demi terciptanya ‘masyarakat tunggal’. Terfokus pada kemajuan zaman yang terjadi, semakin canggihnya teknologi baik yang di dalamnya juga mengandung unsur kebudayaan yang di bawa oleh masing-masing bangsa. Akibatnya masyarakat Indonesia pun mulai terpengaruh dengan kebudayaan yang bukan berasal dari bangsa sendiri. Kita harus pintar-pintar memilah demi kesejahteraan bersama. Kemakmuran bangsa Indonesia harus tetap terjaga dan kebudayaan harus selalu dilestarikan. 

Bangsa ini akan menjadi bangsa yang makmur, jika dirawat oleh penerus bangsa yang tepat. Bangsa ini akan jauh lebih maju, jika rakyatnya sendiri yang memajukan, bukan meninggalkan. Saya sangat mengapresiasi diadakan lomba semacam ini yang dapat mengglobalkan bahasa lokal masyarakatnya dan memberi kesempatan kepada generasi muda untuk berprestasi dengan bahasa daerahnya yang menjadikan sebuah kebanggaan tersendiri.

Globalisasi dapat menjadi peluang namun dapat juga menjadi penghambat bagi setiap bangsa, tergantung bagaimana bangsa itu dapat memanfaatkan situasi dan kondisi dari bangsa tersebut, serta memiliki kemampuan untuk memilah pengaruh-pengaruh yang masuk ke negaranya.

Jumat, 01 Mei 2015

60th Asia Africa Conference





60th Asia Africa Conference Celebration

Hallo, i'm back. Long longggg time no see ya. Here now about 1:30 a.m written at the right bottom of my laptop. I suddenly want to write about the biggest event in my hometown, which is just a few days ago held. Yap, that's AAC 2015 or Asia Africa Conference 2015 to celebrate 60th Asia Africa, formerly held for the first time in 1955 in Bandung, Indonesia. Yeah my liebste Stadt. I also participated as a committe, Burma especially (Barisan Untuk meRaMaikan Acara :D or people called it Participant event).  There are some formations in the committe; Burma (Barisan Untuk meramaikan acara), Bandung (Badan Pelindung), Srilanka ( Bagian untuk mengatur lalu lintas), Pakistan (Bagian Kebersihan), Indonesia, and India (Informasi dunia maya). All member of committes are volunteer. The volunteer for this event reached over than 5000 people, include me hehehe.

The first day is "Solidarity day" we celebrated in Taman Film ( Movie Park) under the Pasopati overpass. Ridwan Kamil (our major) gave an opening speech. There're many unique communities to enliven the first day event, and we had a guest star from Washington Dc, Raef. 

raef on movie park
Taman Film Bandung
Ganteng, Muslim, suaranya Merdu lagi beeuh
The second and the third days is 'Meet and Greet' in Ciwalk and paris Van Java mall. Here, we can see the cultures from the other countries and we can share about knowledge and information with them.
Orang terkenal di negaranya


from Egypt






Sharing information about scholarship

The fourth day is 'Angklung for the World', we will break the world record. 20.000 people will playing angklung together in Siliwangi Studium.
burma committe


Ayu

Volunteer

from Turkey?

Indonesia's flag

Angklung

we'll break the record

Nyunda pisan euy

tim ane lagi diri cantik

pembagian Angklung
The fifth day is a day, where the delegates from asia africa's country come to Gedung Merdeka. There are many president and minsters from other contries in Asia Africa. But by the way i can't come to this event, because i need to go to jatinangor huhu. But my friend, Agung. it's really truly a big honor to be able to sing in front of the delegates. yah. he has a really good voice.

The sixth day is a day of Parade, we celebrated on Asia Afrika street till Cibadak. This is the most exciting day *i think* because so many people come to see this parade and many people wearing interesting costum to characterize each region.


ups ketauan motret coy. ini Prabu nya namanya Pak Nonot kalo gasalah

Panitia juga laper kannnn

from Tiongkok

Japan




antusias warganya amazingggg

Tim Burma lagi berjejer jagain warga





gerak aja sulit bro







Jogja







maleficent Indonesia meureun ya






dari Pangandaran, isi lautnya semua dibawa















dari Sunda





#BandungLautanJuara






Paris in Java

Alun alun Bandung


The last day, this event held in Car Free Day, Dago street. It's called 'Kulturasun'. Here,there is booths for food and drink, Parade National, and flashmob from the committes. Oh ya we can also take a picture or share information with people from the other country hier ;p, there are really nice and  humble people.




This is an amazing event, and i'm so proud to be part of this event :D


All pictures are mine and taken by me with Fujiflm FinePix S4600

yang mau share, mangga.

soory ya kalo bahasanya belepotan haha, maklumlah ane kan anak sastra abal abal yang masih belajar nulis huehe.
Oke deh, danke fuer Ihre aufmerksamkeit

Aufwiedersehen.


o iya bantu vote juga yak http://kaa2015.ucontest.info/detail/image/10519. Hatur nuhuun 

Pages

Translate

Blogger news

Blogger templates